KONSEL – Hujan yang turun tidak menentu sempat membuat pembangunan lapangan voli Desa Waturapa beberapa kali terhenti. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan komitmen PT Pertambangan Bumi Anoa (PBA) bersama masyarakat untuk menuntaskan fasilitas olahraga tersebut.
Lapangan voli yang dibangun melalui program Anoa Raga kini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi perusahaan dengan masyarakat Desa Waturapa.
Stevanli Julfrengki Ntore, perwakilan dari PT PBA mengatakan, perubahan cuaca menjadi tantangan selama proses pembangunan.
“Pagi hari terkadang cerah, tetapi hujan deras turun pada siang hari sehingga pekerjaan harus dihentikan. Meskipun demikian, koordinasi perusahaan dan masyarakat terus berjalan hingga pembangunan dapat diselesaikan,” kata Stevanli dalam keterangan tertulisnya.
Cerita dibalik pembangunan tersebut menjadi penting karena program pemberdayaan masyarakat bukan semata soal menyerahkan bantuan. Ada proses komunikasi, kerja sama dan komitmen untuk menyelesaikan apa yang telah direncanakan bersama.
Lapangan voli tersebut diharapkan menjadi fasilitas yang hidup di tengah Masyarakat yang digunakan untuk latihan, pertandingan, kegiatan pemuda maupun aktivitas sosial lainnya.
Bagi PBA, keberhasilan program PPM tidak hanya diukur ketika pembangunan selesai. Ukuran yang lebih penting adalah ketika fasilitas tersebut benar-benar digunakan, dirawat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, PBA berharap masyarakat Waturapa dapat menjadikan lapangan tersebut sebagai ruang bersama sekaligus tempat lahirnya aktivitas positif dan potensi baru dari generasi muda desa.(rilis).














