KENDARI – Eks Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Unsultra Nur Alam menyampaikan pidato saat wisuda ke-35 Unsultra, di Hotel Claro, pada Rabu (9/9/2026) pagi.
Dalam pidatonya, Nur Alam menitipkan konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) kepada ratusan wisudawan. Ia menyampaikan, STEM bukan sekadar disiplin ilmu akademis, melainkan filosofi dan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Pada poin pertama, yakni Science (Sains), ia mengajak para wisudawan untuk belajar memahami kenyataan berdasarkan bukti dan fakta, bukan sekadar asumsi atau keinginan pribadi.
Di tengah gempuran arus informasi, algoritma media sosial, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI), tantangan terbesar masyarakat saat ini bukanlah kekurangan informasi, melainkan krisis kemampuan memilah informasi.
”Saya berharap lulusan Unsultra bukan hanya berpendidikan, tetapi mampu berpikir kritis. Jangan mudah percaya hanya karena sesuatu itu viral atau banyak orang mengatakannya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa berpikir kritis membutuhkan kerendahan hati untuk menerima fakta ilmiah dan kenyataan di lapangan.
”Berpikir kritis berarti bersedia mengikuti kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu memaksa kita untuk mengakui bahwa kita keliru,” tambah Nur Alam.
Memasuki poin kedua (Technology), Nur Alam mengingatkan para lulusan agar tidak sekadar menjadi pengguna pasif dari perkembangan teknologi modern, melainkan mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif demi kemajuan masyarakat.
Nur Alam menegaskan, kelulusan bukanlah sekadar mengukur seberapa tinggi pencapaian individu, melainkan seberapa besar kontribusi yang membawa dampak positif bagi sesama.
“Ini bukan hanya tentang seberapa tinggi kita bisa naik, tetapi tentang seberapa banyak yang bisa kita bawa naik bersama kita,” tegas Nur Alam.
Mantan Gubernur Sultra tersebut mengingatkan bahwa hari pengukuhan kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab baru untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dan kancah global dengan membawa nama almamater.
Ia menekankan agar para lulusan mampu mengombinasikan berbagai disiplin ilmu, mentalitas inovatif, serta keberanian dalam menghadapi tantangan masa depan melalui dua poin utama:
Pola Pikir Analitis dan Inovatif: Lulusan diminta untuk berpikir kritis seperti seorang ilmuwan, bermimpi kreatif layaknya inovator, membangun struktur kehidupan dengan presisi seorang insinyur, serta memiliki perhitungan matang seperti matematikawan.
Nilai-Nilai Kemanusiaan: Di atas keberhasilan akademis dan teknis, wisudawan diimbau untuk tetap menjaga integritas moral, berpegang teguh pada nilai kemanusiaan, senantiasa mencari kebenaran, serta menciptakan solusi bagi tantangan masyarakat.

Sebanyak 672 wisudawan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) hadir di Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (9/9/2026). (Foto: Fadli Aksar)
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Alam juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan, orang tua, serta seluruh sivitas akademika yang telah mendukung perjalanan akademik para mahasiswa hingga mencapai momen wisuda.
“Hari ini adalah hari kelulusan Anda, besok adalah hari pertama Anda membangun sesuatu. Pergilah, bangunlah, dan jadilah bagian dari generasi yang bukan hanya mampu membaca masa depan, tetapi berani menciptakannya,” pungkasnya.
Editor: Fadli Aksar














