Home / Kriminal

Jumat, 10 April 2026 - 22:52 WIB

Karyawan Tambang di Kolaka Kembali Dibacok Kelompok Massa Terorganisir

Kelompok massa berkumpul di areal tambang PT Toshida Indonesia, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, pada Jumat (10/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 Wita. (Foto: Istimewa)

Kelompok massa berkumpul di areal tambang PT Toshida Indonesia, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, pada Jumat (10/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 Wita. (Foto: Istimewa)

KENDARIHARIINI.COM – La Ode Tahir (39) karyawan tambang PT Toshida Indonesia dibacok kelompok massa di areal tambang Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, pada Jumat (10/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di lengan kanan dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara pelaku belum ditangkap meski telah melaporkan kejadian itu ke Polres Kolaka.

Kuasa hukum PT Toshida Indonesia, Asdin Surya mengatakan, peristiwa itu terjadi saat korban tengah melakukan penutupan akses jalan di area kerja perusahaan. Namun tiba-tiba datang sekelompok massa. beberapa di antaranya membawa senjata tajam.

“Jalan tersebut sebelumnya diduga dibuka secara sepihak tanpa izin oleh pihak lain. Padahal, lokasi itu berada dalam kawasan hutan yang telah mengantongi izin resmi IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan),” ujar Asdin.

Asdin menduga, massa tersebut dimobilisasi secara terorganisir. Mereka langsung melakukan tindakan agresif berupa pengepungan dan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Ia menegaskan, peristiwa ini tidak dapat dipandang sebagai konflik biasa, melainkan mengarah pada dugaan tindak pidana serius yang dilakukan secara bersama-sama.

“Ini bukan kejadian spontan. Ada indikasi kuat bahwa tindakan tersebut dilakukan secara terorganisir dan menggunakan kekerasan yang membahayakan nyawa,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan adanya dugaan keterkaitan antara kelompok yang terlibat dengan aktivitas di kawasan industri Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, pihak yang terlibat diduga berasal dari PT MPP yang merupakan bagian dari PT Rimau, dan aktivitasnya berkaitan dengan kepentingan di kawasan industri IPIP, termasuk penggunaan akses jalan produksi PT Toshida tanpa izin,” tambahnya.

Saat ini, PT Toshida Indonesia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kolaka dan meminta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, tidak hanya terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga pihak-pihak yang diduga berada di balik pengerahan massa tersebut,” ujar Asdin.

Pihak perusahaan juga menegaskan, seluruh kegiatan PT Toshida Indonesia dilakukan berdasarkan izin resmi, sehingga setiap bentuk gangguan terhadap aktivitas tersebut merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia bikang proses penyelidikan dan pengumpulan alat bukti telah dilakukan untuk mengungkap pelaku.

“Sementara masih dalam proses penyelidikan dan pengumpulan alat bukti. Akan ditindak sesuai ketentuan hukum,” tandasnya.

Editor: Fadli Aksar

Share :

Baca Juga

Kriminal

Pimpinan Pesantren di Muna Barat Cabuli Santriwati saat Setor Hafalan Al Qur’an

Kriminal

Dikawal Preman Bersenjata Tajam, Perusahaan Sawit Artha Graha Group Gusur Paksa 50 Rumah Warga di Konsel

Kriminal

Preman Bersajam di Kolaka Blokade Jalan Rugikan Bisnis Tambang Miliaran Tak Ditangkap Polisi

Kriminal

Propam Polda Sultra Tahan IPTU Alman Kaslin Usai Digerebek Istri Tidur dengan Wanita Selingkuhan

Kriminal

Pria di Konawe Nikah Lagi Usai Diangkat Jadi PPPK

Kriminal

PT TRK Diduga Dalangi Premanisme di Tambang Kolaka, Minta Jatah 1,5 Dolar AS Per Tongkang

Kriminal

Dipergoki Mesum dengan Wanita Lain di Dalam Mobil, Perwira Polisi di Kolut KDRT Istri

Kriminal

Diduga Terlibat Penipuan Jual Beli Mobil Pajero Sport, Kadis di Konawe Mangkir dari Panggilan Polisi