Home / Kriminal

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:46 WIB

Arogansi Berulang Kapolres Bombana, Kini Cekik Mahasiswa Saat Demo Protes Jalan Rusak

Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo mencekik mahasiswa saat demo protes jalan rusak di Tugu Kasipute, Kecamatan Rumbia, pada Selasa (2/6/2026) (Foto: potongan video viral)

Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo mencekik mahasiswa saat demo protes jalan rusak di Tugu Kasipute, Kecamatan Rumbia, pada Selasa (2/6/2026) (Foto: potongan video viral)

KENDADIHARIINI.COM – Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo diduga mencekik leher mahasiswa Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Mata Oleo (Imppermol) saat aksi unjuk rasa di Tugu Kasipute, Kecamatan Rumbia, pada Selasa (2/6/2026).

Demonstrasi itu menuntut Bupati Bombana Burhanuddin memperbaiki ruas jalan Kasipute – Lora – Bombaea. Bupati Bombana juga diminta memprioritaskan pembangunan ruas jalan tersebut dan berkoordinasi dengan Pemprov Sultra.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, AKBP Eko Sutomo menaiki mobil pikap pengangkut sound sistem dan langsung menarik orator hingga diduga mencekik saat. Aksi itu diduga karena AKBP Eko Sutomo tak terima massa yang memaksa membakar ban bekas.

Jenderal Lapangan, Rama Nur mengatakan, keributan dipicu polisi yang melarang massa untuk membakar ban bekas karena tidak sesuai surat tanda terima pemberitahuan (STTP) unjuk rasa dari kepolisian.

“Situasi memanas saat kapolres mendatangi titik aksi lalu naik ke mobil sound sistem dan berupaya mengambil mikrofon dari tangan orator. Orator didorong, dicekik dan dihalangi menyampaikan aspirasi,” bebernya.

Tindakan represif Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo juga terjadi saat aksi demonstrasi mahasiswa menolak industru tambang PT Sultra Industrial Park (SIP) pada 18 Februari 2026 lalu. Saat itu AKBP Eko Sutomo mengancam akan menangkap mahasiswa ketika melintas di depan markas Polres Bombana.

Saat itu, seorang pendemo dipukul dan dipiting oleh aparat Polres Bombana lantaran dituduh akan menabrak petugas yang menghadang jalur mahasiswa yang akan menuju ke kantor bupati dan DPRD.

Pusat Studi Konstitusi Mahasiswa (Puskom) Indonesia menyatakan Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo bertindak brutal, bar-bar, dan tidak beradab terhadap mahasiswa. Sikap itu membuktikan AKBP Eko Sutomo tidak layak jadi Kapolres Bombana.

“Kami tidak lagi menuntut permohonan maaf. Kami menuntut AKBP Eko Sutomo dicopot dari jabatannya detik ini juga tanpa kompromi,” tegas Sekjen Puskom Indonesia, Apriansyah, kepada kendarihariini.com, Kamis (4/6/2026).

Apriansyah bilang, aksi cekik leher mahasiswa, perampasan alat demonstrasi, dan intimidasi fisik adalah tindakan kriminal murni oleh seorang perwira yang seharusnya melindungi rakyat, bukan menjadi preman berseragam.

“Ini adalah watak asli seorang pecundang yang alergi terhadap demokrasi. Tidak ada tempat bagi perwira yang berperilaku preman di institusi Polri. Ini bukan insiden tunggal, dia adalah residivis arogansi,” tandasnya.

Jurnalis kendarihariini masih berupaya menghubungi Polres Bombana untuk memberikan klarifikasi.

Editor: Fadli Aksar

Share :

Baca Juga

Kriminal

Pembobol Kartu Kredit Warga Makassar Beli Emas dan Iphone 17 Senilai Rp 341 Juta di Kendari

Kriminal

Propam Polda Sultra Tahan IPTU Alman Kaslin Usai Digerebek Istri Tidur dengan Wanita Selingkuhan

Kriminal

Vokalis Rockafada Tersangka Pemerkosa Anak Tiri Dilepas, Keselamatan Korban Terancam

Kriminal

Usai Jadi Tersangka KDRT Istri dan Tak Pernah Ditahan, Bos Tambang di Kendari Malah Nikahi Pelakor

Kriminal

Dipergoki Mesum dengan Wanita Lain di Dalam Mobil, Perwira Polisi di Kolut KDRT Istri

Kriminal

Dikawal Preman Bersenjata Tajam, Perusahaan Sawit Artha Graha Group Gusur Paksa 50 Rumah Warga di Konsel

Kriminal

Tersangka Pemerkosa Anak Tiri Tak Ditahan, Polisi: Sakit TBC, Diopname di Puskesmas Ranomeeto

Kriminal

Perwira Polisi di Kendari Digerebek Istri Tidur dengan Wanita Simpanan di Penginapan