KENDARI – Anggota DPR RI Ridwan Bae menyampaikan masukan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukk (ASR). Ridwan Bae meminta Gubernur Sultra tak banyak tidur di meja.
“Jangan banyak tidur di meja, tapi lebih banyak ke lapangan. Saya mau lihat Andi Sumangerukka itu turun ke lapangan,” ujar Ridwan Bae dalam video singkatnya yang diterima redaksi kendarihariini.com.
Saat dikonfirmasi soal konteks video itu, politikus senior Partai Golkar ini tak menampik hal itu. Mantan Bupati Muna dua periode ini bilang, pernyataan itu disampaikan ketika reses di Buton Tengah.
Kritikan itu disampaikan agar Gubernur Sultra sebagai pejabat publik turun langsung ke masyarakat, bukan hanya menerima laporan dan koordinasi di balik meja.
Menurut Ridwan, medengarkan informasi lewat bupati, camat, kepala desa atau organisasi perangkat daerah (OPD) tidak sebaik jika turun langsung ke masyarakat.
Hal itu penting dilakukan agar Gubernur Sultra bisa mendengar langsung, memfilter informasi masyarakat, sehingga jadi pikiran ASR untuk mengambil kebijakan.
“Saya tidak bermaksud mengkerdilkan ASR, saya hanya mengimbau supaya ASR sering turun lapangan, seperti presiden Soeharto, tidak mengumpulkan para kepala daerah, tapi mendengarkan langsung kepentingan masyarakat,” tegas Ridwan Bae kepada kendarihariini.com, pada Selasa (27/10/2026).
Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menuturkan, selama dua tahun menjabat, dirinya tak pernah melihat Gubernur Sultra menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama 17 kepala daerah untuk membicarakan kesulitan masyarakat dan batasan kewenangan pemerintah daerah.
“Gubernur itu harus rakor bersama kepala daerah se Sultra setiap 6 bulan sekali. Ini sudah tidak rakor, juga jarang turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Ridwan Bae kembali menegaskan, kritikan itu disampaikan bukan untuk mendiskreditkan ASR melainkan memberikan masukan. Ia mengatakan, sebagai masyarakat Sultra yang saat ini menjadi legislator, dirinya berhak menyampaikan kritikan.
“Saya juga masyarakat Sulawesi Tenggara berhak mengkritik. Saya mulai memberikan masukan karena tidak ada saya lihat di suara di Sultra memberikan masukan,” katanya.
“Biarkan saya memberikan masukan, bahkan kelak saya mengkritisi, gak masalah. Jangan dijadikan permusuhan, yang namanya politik bukan musuh, mengingatkan bukan musuh, tidak menyukai,” tandasnya.
Kadis Kominfo Sultra, Andy Syahrir enggan terlebih dahulu merespons pernyataan itu kepada kendarihariini.com. “Nanti diliat di medsos (media sosial) Kominfo ya,” kata Andy Syahrir, saat dihubungi Selasa (27/10/2026).
Editor: Fadli Aksar














