Home / Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:38 WIB

Usut Dugaan Korupsi Anggaran Makan-Minum Rp 5 Miliar, Rumah Eks Sekda Sultra Digeledah Kejaksaan

Bekas Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara (Sekda Sultra) Asrun Lio. (Foto: Istimewa)

Bekas Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara (Sekda Sultra) Asrun Lio. (Foto: Istimewa)

KENDARI – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) melakukan penggeledahan di rumah pribadi mantan Sekda Sultra Asrun Lio, pada Kamis (9/7/2026).

Selain kediaman Asrun Lio, jaksa juga menggeledah ruangan Biro Umum di kantor Gubernur Sultra dan rumah makan Surya Jl Malik Raya, Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Sugeng Rianta mengatakan, penggeledahan ini untuk mencari barang bukti terkait dugaan korupsi anggaran makan minum tahun 2022-2023 senilai Rp 5 miliar dari total anggaran Rp 31 miliar.

Dengan rincian, anggaran tahun 2022 senilai Rp 17 miliar. Sementara pada 2023 senilai Rp 14 miliar.

“Modus korupsi, belanja makan fiktif, cashback dan penggunaan anggaran tidak sesuai peruntukan yang menguntungkan penyelenggara negara, nilai kerugian awal kisaran Rp 5 miliar berupa cashback,” ujar Sugeng Rianta, pasa Kamis (9/7/2026).

Sugeng bilang, nilai kerugian keseluruhan masih dalam proses penghitungan oleh auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Editor: Fadli Aksar

Share :

Baca Juga

Hukum

KDRT Wali Kota Kendari, ADP Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Hukum

Percuma Lapor Polisi, Aksi Premanisme di Jalan Tambang Kolaka Kembali Terjadi

Hukum

Jadi Korban TPPO, TKW Asal Konawe Minta Dipulangkan: Saya Diperlakukan Seperti Binatang

Hukum

Kadis Pariwisata Sultra Dilapor ke KPK Usai Diduga Terima Gratifikasi Rp 4,8 Miliar dari Perusahaan Tambang

Hukum

Tak Profesional, Hakim PN Kendari Dijatuhi Sanksi Bawas Mahkamah Agung

Hukum

Bupati Bombana Dipolisikan Usai Serobot Lahan Warga di Padang Pajjongang

Hukum

Perwira Samapta Polda Sultra Diduga Rampas Tanah dan Bangunan Warga Kendari

Hukum

Punya Saham Lewat Sang Anak di PT CSM, Eks Kapolda Sultra Diduga Jadi Otak Kriminalisasi Bos Tambang