KENDARI – Kepala SMK Negeri 4 Kendari, Herman menyebut 13 siswa korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang guru bernama Ilham Nusi. Meski demikian, pihak sekolah sudah melakukan menonaktifkan Ilham Nusi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Mereka saya lihat tidak trauma, mereka masih belajar kok, yang penting jangan dia lihat gurunya,” kata Herman lewat panggilan telepon WhatsApp, pada Kamis (1/10/2026).
Herman mengatakan, dirinya baru mengetahui kejadian itu pada pekan lalu setelah 13 siswa memberanikan diri mengadukan kepada dirinya. Namun, saat diklarifikasi kepada terduga pelaku, sang guru tak merasa melakukan pelecehan seksual.
“Tapi pihak sekolah sudah menskors guru yang bersangkutan terkait dengan dugaan etik yang dilakukan sampai batas waktu yang ditentukan sambil menunggu hasil koordinasi dengan dinas pendidikan,” katanya.
Skorsing ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan bagi para siswa agar tetap bisa mengikuti pembelajaran sambil mendapatkan pendampingan dari guru Bimbingan Konseling (BK).
Sebelumnya, sebanyak 13 siswi SMK Negeri 4 Kendari mengaku mengalami kekerasan seksual oleh sang guru sejak Agustus 2026 lalu. Para korban ini terdiri dari 2 kelas dengan jurusan yang sama.
Mereka baru melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah pada Kamis pekan lalu. Mereka memberanikan diri lantaran tak tahan dengan perlakuan tak wajar sang guru meski kerap diintimidasi.
Alami Pelecehan
Korban Z bercerita, guru Ilham diduga melakukan pelecehan seksual dengan menyenggol bagian sensitif mereka saat dalam proses pembelajaran di kelas.
Korban awalnya menganggap terduga pelaku ini tidak sengaja. Namun tindakan itu dilakukan berulang sehingga korban merasa risih dan tidak wajar.
“Pertama mungkin tidak sengaja, tapi lama kelamaan kami rasa tidak mungkin tidak sengaja karena berulang-ulang kali baru bukan cuma 1 orang,” kompak para korban bersuara.
Korban meyakini, tak hanya dirinya dan rekan satu kelasnya yang mengalami tindakan pelecehan dari sang guru. Ia lantas menghubungi siswi di kelas B.
Keyakinan korban terbukti, siswi dari kelas B juga membuat pengakuan yang sama.
“Dia jawab mi, katanya sering pelecehan seksual sama kita, dia sering sentuh-sentuh kita,” bebernya.
“Kita kan 12 orang, hanya 4 orang yang tidak kena. Entah tidak kena atau belum sadar,” tambahnya.
Karena sudah tak tahan melihat kelakuan bejat sang guru, para korban akhirnya memberanikan diri mengadukan ke Kepala SMK Negeri 4 Kendari, Herman. Pengakuan belasan korban ini diam-diam direkam tanpa sepengetahuan kepala sekolah.
Video pengakuan itu pun diberikan kepada redaksi Kendarihariini.com. Dua potongan video itu masing-masing berdurasi 8 menit dan 1 menit berisi rekaman pengakuan siswi terkait tindakan bejat sang guru.
“Ini tidak disangkut pautkan dengan nilai toh pak,” tanya korban kepada Herman.
Tidak ada hubungannya dengan itu, kalian tidak usah ragu,” jawab Herman.
Para korban mengaku, persoalan ini sebenarnya sudah lama akan dibongkar, namun terduga pelaku kerap mengintimidasi dengan nilai.
“Ini kan sudah lamami kita mau melapor, karena setiap minggu dia masuk mengajar ada yang kena, tapi pak Ilham ini, ada gerak-geriknya kita sedikit langsung dia sangkut_pautkan sama nilai, sedikit-sedikit oh tunggumi nilainya kalian,” kata salah satu korban.
Editor: Fadli Aksar














